Iklan Dua

Serapan APBD Balikpapan 2025 Tembus 97,10 Persen, DPRD Apresiasi Kinerja Pemkot

$rows[judul] Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Yono Suherman
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kinerja Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengelola anggaran mendapat apresiasi dari DPRD. Hingga akhir Desember 2025, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tercatat mencapai 97,10 persen.

Capaian tersebut disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Balikpapan tahun 2025. Wakil Wali Kota Balikpapan H Bagus Susetyo mengungkapkan, realisasi keuangan pasca-APBD Perubahan mencapai Rp 4,26 triliun, dengan penyerapan sebesar Rp 4,13 triliun.


Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo 

“Angka ini menunjukkan pelaksanaan program berjalan cukup baik hingga akhir tahun,” ujarnya saat menyampaikan laporan di Hotel Gran Senyiur, pada Senin (6/4/2026).

Bagus mengakui, sepanjang 2025 pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya terkait kondisi fiskal akibat pemotongan transfer keuangan daerah (TKD). Meski demikian, pemkot tetap berupaya menjalankan program-program prioritas yang dinantikan masyarakat.

“Ekspektasi masyarakat cukup tinggi, sehingga kegiatan tetap harus berjalan optimal di tengah keterbatasan fiskal,” jelasnya.

Dari sisi belanja daerah, anggaran setelah perubahan tercatat sebesar Rp 4,13 triliun. Rinciannya, belanja operasi dialokasikan Rp 3,17 triliun. Sementara belanja modal sebesar Rp 1,56 triliun dengan realisasi Rp 1,49 triliun atau 95,32 persen.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Yono Suherman juga memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut realisasi 97,10 persen dari total anggaran Rp 4,27 triliun menunjukkan kinerja yang solid, baik pada belanja pegawai maupun fisik.

Politisi Partai NasDem itu menilai, tidak tercapainya angka 100 persen bisa dipengaruhi sejumlah faktor, seperti keterlambatan proses tender proyek.

“Ke depan, melalui APBD 2026 diharapkan penyerapan bisa lebih optimal hingga mendekati 100 persen, sehingga dapat meminimalkan SiLPA,” harapnya. (Adv/mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)