Iklan Dua

Komisi IV DPRD Balikpapan Dorong Pesantren Kilat Digalakkan, Cegah Tawuran hingga Balap Liar Saat Ramadan

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, mendorong agar kegiatan pesantren kilat kembali digalakkan selama bulan Ramadan. Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter pelajar agar lebih baik secara spiritual maupun sosial.

Hamid menegaskan, pihaknya di Komisi IV telah mengimbau dinas terkait, khususnya bidang pendidikan, agar seluruh sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA mengintensifkan kegiatan pesantren Ramadan. Meski kewenangan SMA berada di ranah provinsi, pihaknya tetap mendorong agar program serupa diterapkan.

“Ya tentu kami selaku anggota DPRD, khususnya di Komisi IV, mengimbau kepada dinas yang terkait pendidikan agar seluruh sekolah, baik SD, SMP, bahkan SMA, menanamkan pendidikan pesantren Ramadan. Momentum Ramadan ini kan hanya setahun sekali,” ujarnya kepada wartawan, pada Rabu (18/2/2026).

Politikus PKB itu berharap pemerintah melalui dinas pendidikan dapat memperbanyak kegiatan kerohanian selama Ramadan. Dengan begitu, para pelajar terdidik dan terlatih untuk mengisi bulan suci dengan aktivitas positif.

“Kita mengharap pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan memperbanyak kegiatan keagamaan. Tingkatkan itu supaya anak-anak ini benar-benar mengisi Ramadan dengan kegiatan yang positif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya kenakalan remaja seperti tawuran dan balap liar, terutama menjelang dan saat Ramadan. Menurutnya, fenomena balap liar kerap terjadi menjelang sahur.

“Biasanya di awal-awal puasa, menjelang sahur, ada yang balapan. Ini jadi perhatian kita bersama,” katanya.

Hamid meminta aparat keamanan, khususnya kepolisian, untuk meningkatkan patroli rutin, terutama selepas sahur. Ia menyebut ada sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan arena balap liar, seperti di kawasan Jalan Ruhui Rahayu dan sekitar kawasan Tiga Generasi, yang hampir setiap tahun terjadi kejadian serupa.

Selain itu, ia juga mengimbau para ketua RT untuk aktif melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Peran orang tua pun dinilai sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya.

“Orang tua harus betul-betul mengawasi, mendidik, serta menanamkan kegiatan keagamaan kepada anak-anaknya. Di sekolah juga perlu diperkuat grup-grup orang tua agar bisa saling mengingatkan untuk menghindari kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)