Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan ke Sentra Industri Kecil Somber (SIKS), yang terletak di Jalan Baru Somber, Balikpapan Utara, pada Jumat (31/1/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kondisi infrastruktur serta fasilitas di sentra pengolahan tahu dan tempe yang sudah beroperasi selama lebih dari dua dekade.
Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, didampingi oleh anggota Komisi II lainnya seperti Japar Sidik, Suriani, dan Fadillah, serta Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma.
Taufik Qul Rahman dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa SIKS memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata kuliner dan edukasi.
"Kawasan ini memiliki peluang untuk diperkenalkan sebagai destinasi wisata yang menyajikan proses pembuatan tahu dan tempe secara langsung. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri sekaligus meningkatkan nilai industri kecil di sini," katanya.
Namun, Taufik juga menyoroti beberapa area yang masih kurang terawat, termasuk rumah kosong yang tertutup rumput lebat. Ia berjanji akan mengupayakan anggaran perubahan untuk meningkatkan kebersihan dan ketertiban di sekitar kawasan tersebut.
Dalam rencana pengembangan lebih lanjut, Komisi II DPRD Balikpapan berencana menggandeng konsultan dari luar daerah, termasuk akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan universitas-universitas di Bandung, untuk merancang konsep wisata kuliner dan edukasi yang lebih menarik dan bersaing.
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, memberikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap adanya perbaikan infrastruktur SIKS dapat segera terwujud.
"Meskipun kami telah berusaha untuk mengelola dua sentra industri, yaitu SIKS dan SIKT, pemeliharaan yang ada saat ini masih terbatas," ujarnya.
Dengan adanya rencana pengembangan ini, Komisi II DPRD Balikpapan berharap SIKS tidak hanya menjadi pusat produksi tahu dan tempe, tetapi juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata edukatif yang dapat memberikan kontribusi pada perekonomian lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai fasilitas wisata yang akan disediakan. (*)
Tulis Komentar