Keterangan Gambar : Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Irfan Taufik
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Penutupan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Balikpapan dipastikan berkaitan dengan belum rampungnya pengurusan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dampaknya, distribusi makanan bagi siswa ikut terhenti untuk sementara waktu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik menegaskan, penutupan tersebut bukan kebijakan dari pihaknya. Melainkan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat kepada pengelola SPPG yang masih harus menyelesaikan administrasi serta instalasi IPAL.
“Informasi yang kami terima, penutupan SPPG berkaitan dengan pengurusan IPAL. Ada beberapa SPPG yang memang harus menyelesaikan dulu instalasi pengolahan air limbahnya,” ujarnya, pada Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data sementara, sekitar 74 SPPG di Kalimantan Timur terdampak kebijakan tersebut. Namun, Disdikbud Balikpapan belum mengantongi angka pasti jumlah unit SPPG yang berhenti beroperasi di wilayah kota.
“Untuk Kaltim ada sekitar 74 SPPG. Tapi saya belum tahu pasti berapa yang ada di Balikpapan. Namun masih ada juga yang tetap berjalan,” katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah sudah menerima pemberitahuan terkait penghentian sementara layanan dari sejumlah SPPG. Selama proses penyelesaian IPAL berlangsung, distribusi makanan kepada siswa belum dapat dilakukan.
Akibatnya, program pemenuhan gizi bagi peserta didik pun ikut terdampak. “Dampaknya tentu makanan untuk anak-anak sementara tidak bisa diberikan karena SPPG-nya tutup,” ungkapnya.
Meski demikian, Irfan menyebut dampak tersebut belum terlalu dirasakan. Pasalnya, saat ini siswa tengah menjalani masa libur kegiatan belajar mengajar untuk pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
“Untuk saat ini tidak terlalu berdampak karena anak-anak sedang libur TKA,” pungkasnya. (mto)
Tulis Komentar