Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan di Halaman Balai Kota, pada Selasa (10/2/2026), tak sekadar seremoni. Momen ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang pembangunan kota minyak tersebut.
Meski digelar lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya, semangat warga tak surut. Antusiasme masyarakat tetap tinggi. Hal itu menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap Kota Balikpapan.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengapresiasi partisipasi warga dalam perayaan tahun ini. Menurut dia, kemeriahan bukan ukuran utama. Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat jauh lebih penting.
“Walaupun tidak semeriah sebelumnya, antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menandakan warga Balikpapan punya rasa memiliki yang kuat terhadap kotanya,” ujar Alwi usai mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-129.
Di balik suasana perayaan, Alwi mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan. Salah satunya persoalan banjir yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Ia mengungkapkan, anggaran penanganan banjir yang tersedia saat ini baru sekitar 10 persen dari kebutuhan ideal. Karena itu, penyelesaiannya masih dilakukan bertahap dan membutuhkan dukungan anggaran lebih besar.
“Penanganan banjir ini memang masih jadi PR besar. Anggaran yang ada baru sekitar 10 persen. Perlu dorongan bersama antara pemerintah kota dan DPRD supaya penanganannya lebih maksimal dan tuntas,” tegasnya.
Meski demikian, Alwi menjelaskan karakter banjir di Balikpapan relatif tidak berlangsung lama. Genangan umumnya surut dalam dua hingga tiga jam. Namun, kondisi tersebut tetap harus diantisipasi agar tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas warga.
“Rata-rata dua sampai tiga jam sudah surut. Tapi tetap tidak bisa dibiarkan. Harus ada solusi jangka panjang supaya benar-benar selesai,” katanya.
Selain banjir, sektor kesehatan juga menjadi sorotan. Saat ini pemerintah kota tengah membangun rumah sakit di Balikpapan Barat. Pembangunan itu direncanakan berlanjut dengan tambahan anggaran pada 2027.
Sementara untuk Balikpapan Timur, skema penganggaran multi-years mulai berjalan tahun ini. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah kota.
“Di bidang kesehatan progresnya cukup baik. Rumah sakit di Balikpapan Barat sedang dibangun. Untuk Balikpapan Timur sudah dirancang multi-years. Ini harus kita dukung bersama,” ujarnya.
Perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan. Menurut Alwi, Pemkot Balikpapan konsisten mengalokasikan anggaran pembangunan sekolah hampir setiap tahun. Kebijakan itu penting untuk menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan seiring pertumbuhan penduduk.
“Pembangunan sekolah hampir setiap tahun dianggarkan. Ini langkah tepat dan harus terus didukung, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Balikpapan,” tegasnya.
Alwi berharap, HUT ke-129 ini tak berhenti pada seremoni semata. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk terus berbenah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD, dan masyarakat.
“Ke depan, kami di DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran agar pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, Balikpapan bisa makin nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Tulis Komentar