Iklan Dua

Dari Redaksi Gedung Biru, Sekarang Menjadi Advokat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Andy Are setelah mengikuti sumpah Advokat.

Porosnusantaranews,SAMARINDA – Dari total 65 advokat yang diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, satu nama menarik perhatian. Latar belakangnya bukan dari dunia hukum semata, melainkan pernah lama berkecimpung di dunia jurnalistik dan usaha.


Dia adalah Andy Ar Evrai J. Sosok yang dulu dikenal sebagai wartawan media cetak dan online, termasuk pernah menjadi bagian dari Kaltim Post Group di Gedung Biru, kini resmi menyandang status advokat.


Andy Are sapaan akrabnya mengaku perjalanan menuju profesi advokat bukan hal singkat. “Kalau diceritakan panjang juga,” ujarnya saat dihubungi, pada Minggu (14/12/2025).


Cita-cita menjadi pengacara, menurut Andy, sudah muncul sejak lama. Tepatnya pada 1992, ketika ia membaca kisah Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat yang berlatar belakang pengacara. Dari situlah keinginan untuk terjun ke dunia hukum tumbuh.


“Waktu itu saya berpikir, hebat juga ini orang. Dari pengacara bisa jadi Presiden Amerika Serikat. Suatu saat saya ingin mengikuti jejaknya,” kenangnya.


Namun kondisi membuat impian itu tertunda. Andy justru lebih dulu berkiprah sebagai jurnalis. Baru pada 2019, keinginan lama itu kembali menemukan jalannya. Ia mendaftar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulia Balikpapan, yang saat itu baru membuka program studi hukum.


Empat tahun menjalani perkuliahan reguler, semangat Andy untuk menekuni profesi advokat kembali menguat. Usai meraih gelar Sarjana Hukum, ia langsung mengikuti pendidikan advokat serta magang di kantor advokat senior.


Proses panjang itu berujung pada satu titik penting: dinyatakan lulus dan berhak mengikuti Sumpah Advokat di bawah organisasi PERADI SAI.


Pengalaman sebagai wartawan turut membentuk motivasinya. Andy pernah menyaksikan rekan seprofesi tersandung masalah hukum tanpa pendampingan memadai.


“Sejak saat itu saya berniat, kalau suatu hari jadi advokat, saya ingin membantu rekan-rekan wartawan,” tuturnya.


Untuk memperdalam kompetensi, Andy juga menempuh pendidikan Hukum Bisnis di Portman College Malaysia. Saat ini, ia tengah melanjutkan studi Magister Hukum Bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Jakarta. Berbagai pelatihan dan pendidikan hukum dari lembaga pemerintah maupun swasta pun telah ia ikuti.


Menurut Andy, dunia jurnalistik dan advokat memiliki benang merah. Keduanya menuntut kepekaan terhadap informasi dan pembaruan pengetahuan.


“Masalah hukum selalu berkembang. Kalau tidak belajar terus, pasti tertinggal,” ujarnya.


Kemampuan menulis yang ia peroleh sebagai wartawan juga menjadi modal penting. Sebab, advokat dituntut mampu menyusun narasi hukum secara kuat dan sistematis dalam membela klien. (*/mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)