Iklan Dua

Pasar Pandansari Tak Kunjung Tertata, DPRD Soroti Minimnya Ketegasan dan Realisasi Anggaran

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Rencana penataan Pasar Pandansari kembali menjadi sorotan. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menilai berbagai program yang digagas selama ini belum menunjukkan hasil nyata, meski anggaran terus digelontorkan.

Ia menyebut, sebelum muncul wacana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, konsep penataan Pasar Pandansari sudah lebih dulu digulirkan oleh Dinas Perdagangan. Namun, rencana tersebut dinilai hanya berhenti pada tahap wacana.

“Sejak awal menjabat, wacananya terdengar manis. Mulai dari rencana perubahan hingga berbagai kajian yang dibuat. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Taufik kepada wartawan, pada Senin (27/4/2026).

Menurutnya, DPRD sudah berulang kali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait pasar rakyat di kawasan Pandansari. Pasar tersebut dinilai memiliki posisi strategis sebagai ikon sekaligus semi pasar induk di Balikpapan. Namun, hingga kini belum ada perkembangan signifikan.

Taufik juga menyoroti keberlanjutan program lintas kepemimpinan di Dinas Perdagangan. Ia menilai, pergantian kepala dinas tidak diiringi dengan kesinambungan program yang jelas.

“Anggaran sudah beberapa kali dialokasikan. Bahkan program yang diajukan untuk dilanjutkan dari kepala dinas sebelumnya pun tidak berjalan. Justru muncul kegiatan yang tidak terlalu penting,” ungkap politisi PKB tersebut.

Terkait penganggaran, ia menegaskan bahwa realisasi sangat bergantung pada komitmen perangkat daerah. Menurutnya, persoalan penataan Pasar Pandansari tidak seharusnya dianggap sulit jika ada keseriusan.

“Kalau memang mau diperbaiki dan diprioritaskan, tidak ada yang sulit. Tinggal bagaimana fokus penataannya,” tegasnya.

Ia juga menyinggung penggunaan anggaran dalam kegiatan penertiban oleh Satpol PP yang dinilai tidak efektif. Menurutnya, dana miliaran rupiah yang telah dikeluarkan belum memberikan hasil nyata.

“Hasilnya nol besar. Artinya ini kembali ke kepemimpinan. Tidak ada ketegasan. Program ada, anggaran ada, tapi hasilnya tidak terlihat,” kritiknya.

Lebih lanjut, Taufik menilai kawasan Balikpapan Barat yang menjadi pusat aktivitas pejabat justru belum mendapatkan perhatian maksimal, khususnya dalam penataan pasar rakyat.

“Bagaimana mau bagus kalau tidak pernah diprioritaskan? Padahal yang dibutuhkan itu kenyamanan, baik untuk pedagang maupun pembeli. Sampai sekarang hasilnya masih nol,” pungkasnya. (mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)