Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – MTs Negeri 2 Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Balikpapan periode 2026–2030. Agenda konsolidasi organisasi tersebut digelar Sabtu (10/1/2026) dan berlangsung tertib serta kondusif.
Muskot dihadiri Ketua Umum Pengprov Perpani Kalimantan Timur Ir. Sutomo Jabir, Ketua KONI Balikpapan, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), pengurus Perpani Balikpapan periode 2020–2025, unsur kelurahan dan kepolisian, pengurus klub panahan se-Kota Balikpapan, hingga atlet panahan.
Pelaksanaan musyawarah dipimpin panitia yang diketuai Syafrial Arifin. Agenda diawali pembacaan doa, laporan panitia, sambutan-sambutan, hingga sidang pleno sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi.
Syafrial Arifin memastikan seluruh tahapan muskot telah sesuai aturan organisasi. “Peserta memenuhi kuorum, sehingga seluruh proses dan hasil Musyawarah Kota Perpani Balikpapan dinyatakan sah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI Balikpapan juga menyerahkan piagam penghargaan dari Wali Kota Balikpapan kepada cabang olahraga panahan. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan prestasi atlet panahan daerah, yang diterima oleh atlet berprestasi Latifah Qurrota A’yun.
Sebelumnya, tim penjaringan dan penyaringan telah menyebarkan formulir kepada seluruh ketua klub panahan se-Kota Balikpapan. Hasilnya, hanya satu nama yang diusulkan sebagai calon ketua Pengurus Cabang Perpani Balikpapan periode 2026–2030, yakni Muhammad Yunus, yang juga menjabat ketua pada periode sebelumnya.
Dengan calon tunggal yang memenuhi persyaratan dan mendapat dukungan penuh klub panahan, pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi dan disepakati seluruh peserta muskot.
Muhammad Yunus menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. “Ini amanah besar untuk terus memajukan organisasi dan meningkatkan prestasi atlet panahan Balikpapan,” katanya.
Ke depan, Perpani Balikpapan akan memprioritaskan pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan KONI.
“Target kami, panahan Balikpapan mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Muskot ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah pembinaan olahraga panahan di Balikpapan untuk empat tahun ke depan. (*/aa/mto)
Tulis Komentar