Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara, Iwan Wahyudi, menyoroti sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia menyebut berbagai usulan warga tetap menjadi perhatian, meskipun anggaran daerah mengalami pemangkasan.
Politisi PPP yang juga anggota Komisi I DPRD Balikpapan itu menjelaskan bahwa anggaran tahun 2026 sebenarnya telah disahkan dan saat ini memasuki tahap pelaksanaan program. Namun, keterbatasan anggaran membuat sejumlah aspirasi masyarakat harus diprioritaskan.
“Baik untuk tahun 2026 ini anggaran sudah kita sahkan dan sekarang dalam proses pelaksanaan. Sebagaimana kita ketahui, anggaran kita banyak dipangkas, sehingga program-program yang kita jemput melalui aspirasi warga tetap kita masukkan dalam SIPD,” kata Iwan kepada wartawan, pada Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, berbagai aspirasi yang dihimpun saat reses maupun dialog dengan masyarakat memang tidak semuanya dapat direalisasikan. Meski demikian, beberapa kebutuhan dasar masih bisa diperjuangkan, terutama di wilayah Balikpapan Utara.
Ia menyebutkan, kebutuhan yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan perbaikan jalan lingkungan serta pembangunan drainase.
“Di wilayah utara, aspirasi warga masih seperti sebelumnya, yakni jalan-jalan lingkungan dan drainase yang kita coba kawal agar bisa dibantu oleh pemerintah kota pada 2026,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah infrastruktur dinilai sudah mendesak untuk diperbaiki. Beberapa di antaranya adalah drainase yang belum tersedia, jembatan yang sudah tidak layak, serta kondisi jalan yang perlu dicor.
Di luar kebutuhan tersebut, Iwan juga menyoroti rencana pelebaran jalan di kawasan Kilometer 8. Jalan yang dimaksud merupakan ruas Jalan Transad yang tembus ke Jalan Mukmin Faisal hingga menuju Jalan Proklamasi wilayah Balikpapan Timur.
Menurutnya, ruas tersebut kini tidak lagi sekadar jalur alternatif, melainkan sudah menjadi jalur utama bagi kendaraan menuju Balikpapan Timur.
“Semua transportasi yang menuju ke Timur banyak lewat sana. Jalannya sebenarnya sudah bagus, tetapi masih sempit,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, detail engineering design (DED) pelebaran jalan tersebut sebenarnya sudah tersedia. Rencananya, jalan akan dilebarkan masing-masing satu meter di sisi kanan dan kiri hingga tersambung ke jalan trans.
Total anggaran yang dibutuhkan untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp40 miliar.
Iwan berharap rencana itu dapat memperoleh dukungan dari seluruh anggota DPRD, khususnya perwakilan Balikpapan Utara, karena dinilai akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kalau jalan ini dibuka dan diperlebar, tentu akan sangat membuka akses ekonomi. Saat ini saja sudah menjadi jalur utama, termasuk dilalui truk-truk dan kendaraan operasional seperti truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan,” katanya.
Meski membutuhkan anggaran besar, ia menilai pengerjaannya bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Tidak harus langsung Rp40 miliar. Bisa bertahap, misalnya Rp10 miliar atau Rp5 miliar dulu tahun ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pelebaran jalan tersebut penting dari sisi keselamatan. Pasalnya, kepadatan kendaraan di jalur tersebut sudah cukup tinggi, sementara kondisi jalan masih sempit.
“Dari sisi keselamatan juga perlu diperhatikan karena lalu lintasnya cukup padat. Banyak aduan masyarakat, termasuk pengendara motor yang sering jatuh. Jadi memang harus kita carikan terobosannya,” pungkasnya. (Adv/mto)
Tulis Komentar