Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Ancaman bencana di Kota Balikpapan mulai bergeser seiring perubahan musim. Setelah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diminta tidak lengah menghadapi perubahan cuaca. Sebab, meskipun frekuensi kebakaran lahan mulai menurun, potensi bencana akibat curah hujan tinggi perlu diantisipasi sejak dini.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan intensitas hujan memasuki masa peralihan musim.
“BMKG sudah berkoordinasi dengan kita untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas tinggi. Karena itu, masyarakat perlu mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Menurut Usman, perubahan musim membuat masyarakat harus bersiap menghadapi dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, dampak kemarau masih dirasakan melalui keterbatasan pasokan air bersih. Namun, di sisi lain, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan persoalan baru.
“Walaupun saat ini kita masih mengalami krisis air, bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan potensi hujan lebat. Dua kondisi ini tetap harus kita antisipasi,” jelasnya.
Sementara itu, aktivitas karhutla di Balikpapan mulai menunjukkan penurunan. Jika sebelumnya petugas dapat menangani tiga hingga empat kejadian kebakaran lahan dalam sehari, kini jumlahnya berkurang menjadi satu hingga dua kejadian.
Meski frekuensinya menurun, total kebakaran selama musim kemarau masih cukup tinggi. BPBD mencatat sebanyak 138 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 98,2 hektare.
Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 55 kejadian. Disusul Balikpapan Selatan sebanyak 33 kejadian dan Balikpapan Utara 29 kejadian.
Selanjutnya, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, serta Balikpapan Kota satu kejadian.
Selain tingginya angka kebakaran, BPBD juga menemukan indikasi pembakaran lahan secara sengaja di kawasan Kariangau, Balikpapan Utara. Dugaan tersebut muncul setelah kebakaran dilaporkan terjadi pada malam hari.
“Di daerah utara itu ada indikasi pembakaran secara sengaja. Kejadiannya di kawasan Kariangau dan berlangsung malam hari. Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Balikpapan Utara untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.
Menghadapi peralihan musim, BPBD mengingatkan masyarakat untuk mulai memeriksa kondisi lingkungan sekitar, terutama saluran drainase yang berpotensi tersumbat dan memicu genangan hingga banjir ketika hujan deras.
Warga juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran maupun potensi bencana lainnya.
Kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menekan risiko bencana. Terlebih, perubahan cuaca dapat berlangsung cepat dan memunculkan ancaman berbeda dalam waktu berdekatan. (Adv/Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar