Iklan Dua

LAKI Kaltim Dorong Gerakan Antikorupsi Berkelanjutan di Hakordia 2025

$rows[judul] Keterangan Gambar : Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Balikpapan bersama DPD Kalimantan Timur menggelar Diskusi Publik bertema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi” dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (11/12/2025).
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Balikpapan bersama DPD Kalimantan Timur menggelar Diskusi Publik bertema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi", pada Kamis (11/12/2025). Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Arih Franata Filipus Sembiring, mewakili Gubernur Kaltim.



Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP LAKI Burhanuddin Abdullah, Sekjen Meta Indah Budhiarti, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra, unsur Forkopimda, mahasiswa, OKP, serta perwakilan LAKI dari Balikpapan, Samarinda, Penajam, hingga Bontang.


Edukasi Publik Soal Bahaya Laten Korupsi

Ketua DPC LAKI Balikpapan, Oki M. Alfiansyah, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami ingin mengingatkan publik bahwa bahaya laten korupsi itu nyata. Semangat antikorupsi tidak boleh hanya muncul setiap Hakordia, tetapi harus jadi gerakan harian,” ujarnya.

Oki menyebut pihaknya semula mengundang perwakilan KPK, Kapolda, dan Kejati Kaltim. Namun KPK berhalangan hadir karena agenda Rakernas dan peringatan Hakordia di Yogyakarta.

Ia kembali menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi. “Jangan pernah lemah. Pejabat juga harus berhati-hati dalam penggunaan anggaran karena korupsi bisa terjadi di sekitar mereka,” tegasnya.


Pemprov Kaltim: Korupsi Masalah Moral Bangsa

Dalam sambutannya, Arih Sembiring menilai Hakordia merupakan momentum untuk memperkuat integritas.

“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga masalah moral dan masa depan bangsa. Gerakan antikorupsi harus hadir di ruang seni, pendidikan, dan ruang publik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi LAKI dalam membangun kesadaran publik. Bahkan, Arih mendorong ormas untuk tidak ragu mengajukan dukungan pendanaan secara resmi ke pemerintah. “Kalau tidak diminta, bagaimana bisa diberikan? Tapi jangan lewat saya,” candanya disambut tawa peserta.


LAKI: 18 Tahun Bergerak Tanpa Dana Negara

Ketua Umum DPP LAKI, Burhanuddin Abdullah, mengungkapkan organisasinya telah berdiri sejak 2007 dan kini hadir hampir di seluruh kabupaten.

“Selama 18 tahun memimpin, LAKI tidak pernah menerima dana APBN maupun APBD. Kami hidup dari gotong royong dan unit usaha. Silakan dicek,” tegasnya.

Ia menyebut pemberantasan korupsi memerlukan sinergi masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum. “Tanpa kolaborasi tiga pilar ini, mustahil kita menang melawan korupsi,” katanya.



Dengan suara berapi-api, Burhanuddin menegaskan komitmennya. “Saya pertaruhkan nyawa untuk melawan korupsi. Ini perintah Allah dan konstitusi. Jangan pernah takut!”


Gerakan Berkelanjutan

Diskusi publik ini menjadi penegasan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar seremoni tahunan. LAKI Kaltim memastikan kampanye, edukasi, dan pengawasan akan terus digencarkan.

Dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat integritas di Kaltim serta mendorong kolaborasi nyata dalam memerangi korupsi. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)