Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Persoalan distribusi air bersih oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan kembali menjadi sorotan. Hingga kini, warga Balikpapan Utara, khususnya di Kelurahan Karang Joang, masih mengeluhkan kualitas air yang dinilai belum maksimal, bahkan cenderung buruk.
Aspirasi tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, saat kunjungan lapangan Komisi III ke Waduk Manggar di Kilometer 12, Karang Joang. Dalam pertemuan dengan Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin, pada Senin (20/4/2026), Oddang menegaskan keluhan warga tak kunjung terselesaikan.
Menurutnya, persoalan bukan hanya air yang kerap tidak mengalir, tetapi juga kualitas air yang diterima masyarakat. “Air yang didistribusikan itu keruh dan berbau. Ini yang terus dikeluhkan warga,” ujarnya.
Oddang mempertanyakan standar kelayakan air yang disalurkan kepada masyarakat. Ia menilai, sebagai perusahaan penyedia air bersih—yang dulu dikenal sebagai PDAM—PTMB semestinya menjamin air layak konsumsi.
“Standar air bersih itu jelas, tidak berwarna kuning dan tidak berbau. Tapi di Balikpapan Utara justru sebaliknya,” tegasnya.
Selama ini, lanjut Oddang, PTMB kerap menyampaikan kendala klasik seperti pipa tua dan keterbatasan air baku. Namun, menurutnya, alasan tersebut terus berulang tanpa solusi nyata.
“Dari dulu selalu soal pipa. Seolah tidak ada ujungnya,” katanya.
Ia juga menyayangkan tidak adanya jawaban tegas terkait apakah air yang sudah didistribusikan benar-benar layak dikonsumsi. Meski diakui, penilaian kualitas air membutuhkan uji laboratorium, Oddang menilai PTMB tetap harus memberikan kepastian kepada publik.
Sementara itu, pihak PTMB menjelaskan bahwa warna kuning dan bau pada air disebabkan pipa distribusi yang sudah berkarat serta adanya sedimen. Perbaikan disebut tengah dilakukan melalui penggantian pipa secara menyeluruh.
Namun penjelasan tersebut belum menjawab inti persoalan yang disorot DPRD.
“Kalau air sudah masuk ke pipa, artinya itu seharusnya air bersih. Tapi soal layak atau tidak dikonsumsi, itu yang tidak dijawab,” pungkas Oddang. (Adv/mto)
Tulis Komentar