Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Momentum bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius DPRD Kota Balikpapan. Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, meminta pemerintah kota memperketat pengawasan ketertiban umum, terutama terkait fenomena “manusia gerobak” yang kerap bermunculan selama Ramadan.
Menurut Iwan, keberadaan manusia gerobak yang identik dengan aktivitas memulung harus disikapi secara bijak dan terukur. Di satu sisi, aktivitas tersebut menjadi cara sebagian warga mencari nafkah. Namun di sisi lain, bila tak tertib, dapat berdampak pada kebersihan lingkungan serta kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik kota.
“Alhamdulillah kita memasuki bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Harapan kita, Kota Balikpapan tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk,” ujarnya, pada Kamis (19/2/2026).
Ia menegaskan, aktivitas memulung sejatinya telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum. Artinya, pelaksanaannya wajib mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk terkait lokasi serta tata cara pengambilan barang bekas maupun sampah.
Persoalan muncul ketika aktivitas tersebut dilakukan di lokasi yang tidak semestinya. Misalnya, di kawasan yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau dengan membongkar tempat penampungan sementara (TPS). Kondisi itu, kata dia, tak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga menambah beban kerja petugas kebersihan.
Karena itu, Iwan mendorong Pemerintah Kota Balikpapan mengoptimalkan peran perangkat daerah. Mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), aparat kelurahan dan kecamatan, hingga membuka ruang pengaduan masyarakat agar potensi gangguan ketertiban bisa segera ditindaklanjuti.
“Penertiban harus dilakukan secara persuasif dan humanis. Tujuannya agar kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban kota tetap terjaga tanpa mengesampingkan aspek sosial masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat, sehingga suasana Ramadan di Kota Balikpapan tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. (mto)
Tulis Komentar