Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan dari politisi PPP, Iwan Wahyudi, menggelar Dialog Warga bertema Optimalisasi Penyelenggaraan Ketertiban Umum untuk Mewujudkan Kota Aman dan Nyaman di kawasan Pantai Manggar Segarasari, pada Minggu (7/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri mantan anggota DPR RI 2014–2019 Hj. Kasriyah, anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta warga setempat.
Dalam dialog tersebut, Iwan memaparkan kembali pentingnya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. Menurutnya, perda ini disusun pemerintah daerah untuk memastikan Balikpapan tetap aman dan nyaman sebagai gerbang utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini Balikpapan memiliki enam kecamatan: Balikpapan Kota, Utara, Barat, Tengah, Selatan, dan Timur.
Iwan kemudian mengungkap adanya kajian pemekaran wilayah. “Balikpapan Utara sedang dikaji kemungkinan untuk dimekarkan. Ada wacana wilayah Kariangau masuk ke Balikpapan Utara. Ini masih kemungkinan, jadi jangan disebarluaskan dulu karena masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
Ia juga menyebut kajian serupa menyasar Graha Indah dan Karang Joang yang berpeluang dibagi menjadi dua wilayah. Kajian tersebut, kata Iwan, diekspose oleh tim dari Universitas Gadjah Mada.
Pada kesempatan itu, Iwan menyinggung kondisi anggaran daerah yang mengalami pemangkasan signifikan. “Anggaran Balikpapan biasanya sekitar Rp4,5 triliun. Tahun ini kita dipangkas lebih dari Rp1 triliun oleh pusat, dan sekitar Rp270 miliar dari provinsi. Total yang hilang sekitar Rp1,3 triliun. Jadi APBD 2025 tinggal sekitar Rp3,2 triliun,” paparnya.
Meski begitu, ia menegaskan visi-misi Wali Kota tetap dijalankan. Pembangunan RS Balikpapan Timur, misalnya, tetap menjadi prioritas. Begitu juga kebutuhan sekolah baru, termasuk rencana pembangunan SMK di Balikpapan Utara.
Iwan menambahkan, pola penganggaran di tingkat provinsi juga mengalami perubahan. “Dari total Rp21 triliun, sekitar Rp7 triliun habis. Sekarang tinggal Rp14 triliun. Memang, istilah orang Bugis, anggaran kita sedang ‘sakit-sakitnya’. Tapi pelayanan dasar harus tetap diutamakan,” ujarnya.
Ia berharap karakter masyarakat Balikpapan yang dikenal rukun, saling menolong, dan tertib tetap terjaga. “Identitas Balikpapan jangan sampai hilang. Ini yang harus kita pertahankan ke depan,” katanya mengakhiri dialog warga tersebut. (mto)
Tulis Komentar