Iklan Dua

Balikpapan Tak Raih Adipura 2025, DPRD Ingatkan Kebersihan Harus Terus Terjaga

$rows[judul]

Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Asa Kota Balikpapan membawa pulang Adipura 2025 pupus. Meski sempat masuk daftar calon penerima dalam penilaian nasional Kementerian Lingkungan Hidup, penghargaan bergengsi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan itu belum berpihak.


Hanif Faisol Nurofiq selaku Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan, tahun ini tidak ada satu pun daerah yang mampu menuntaskan seluruh indikator penilaian. Artinya, tak ada yang dinobatkan sebagai penerima Adipura.


Penilaian dilakukan melalui lima kategori nilai dengan tiga parameter utama. Yakni aspek kebijakan dan keuangan, sumber daya manusia dan fasilitas, serta kinerja pengelolaan lingkungan. Pada rentang nilai 76–85, hanya empat daerah yang masuk, termasuk Balikpapan. Namun, tak satu pun menembus kategori tertinggi.


Padahal, sebelum hasil 2025 diumumkan, Balikpapan dikenal sebagai langganan prestasi lingkungan. Kota ini menyabet predikat tertinggi Adipura Kencana pada 2023 dan 2024. Total, hingga 2024, sudah 24 penghargaan Adipura dari berbagai kategori dikoleksi.


Capaian itu ditopang sistem pengelolaan sampah melalui fasilitas TPA Manggar serta program pengurangan sampah yang telah menembus angka 26 persen.


Menanggapi hasil tersebut, Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Syarifudin Oddang angkat suara. Ia menilai, pola kesiapan kebersihan kota selama ini kerap meningkat hanya menjelang masa evaluasi.


“Mendapatkan Adipura itu tidak terlalu sulit. Tapi mempertahankannya membutuhkan kesiapan terus-menerus, bukan hanya saat mau dinilai,” ujarnya saat diwawancarai, pada Jumat (20/2/2026).


Oddang mengungkapkan, dalam proses penilaian terakhir ada sejumlah titik yang mendapat catatan dari tim pusat karena persoalan kebersihan. Namun, menurut dia, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan keseluruhan wajah kota.


“Tidak bisa karena beberapa lokasi lalu digeneralisasi seluruh Balikpapan,” tegasnya di hadapan wartawan.


Secara teknis, lanjutnya, titik-titik yang menjadi perhatian penilai sejatinya sudah diketahui oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani urusan kebersihan. Karena itu, ia menilai persiapan seharusnya dilakukan jauh hari, bukan bersifat dadakan.


“Kesiapan itu harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan persiapan sesaat,” imbuhnya.


Oddang juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Budaya membersihkan lingkungan sekitar rumah harus terus dijaga. Komunikasi antara ketua RT dan warga dinilai krusial untuk membangun disiplin kebersihan secara berkelanjutan.


Di sisi lain, ia menyinggung pertumbuhan penduduk di Balikpapan yang turut berpengaruh pada kondisi lingkungan. Para pendatang diminta menyesuaikan diri dengan kebiasaan hidup bersih yang telah lama diterapkan.


“Setiap orang yang tinggal di Balikpapan perlu mengikuti aturan dan kebiasaan lingkungan yang berlaku,” tekannya.


Bagi Oddang, hasil Adipura 2025 menjadi bahan evaluasi bersama. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat, semuanya harus terlibat secara konsisten.


“Kebersihan itu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada penilaian,” pungkasnya. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)